Liputan6.com, Jakarta – Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Sabtu (17/10/2026). Pertamina Patra Niaga menyebut kondisi tersebut dipicu penyesuaian pola distribusi bahan bakar minyak (BBM) akibat perubahan jadwal kedatangan kapal tanker di tengah konflik geopolitik global.

Antrean membuat masyarakat harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM. Kondisi ini turut mengganggu aktivitas pekerja lapangan, termasuk pengemudi ojek online (ojol), yang mengandalkan kendaraan bermotor untuk mencari penghasilan.

“Saya cari bensin di eceran ternyata sudah habis semua. Terpaksa antre panjang di SPBU, ini saja sudah lebih dari 40 menit,” tutur Mahfud, seorang pengemudi ojol, Sabtu (17/10/2026).

Mahfud mengatakan waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja terpaksa tersita karena antrean.

“Memang harganya tidak naik, tapi waktu kita untuk kerja jadi tertunda. Sebagai penarik ojol, motor dan BBM itu urat nadi kami. Saya harap ini segera teratasi,” tambahnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan antrean bukan disebabkan pengurangan kuota maupun pengiriman BBM.

Perubahan jadwal kapal tanker memengaruhi pola penyaluran BBM dari Terminal BBM Tanjungwangi, Banyuwangi. Dampaknya terutama dirasakan di wilayah selatan Jember yang memiliki jarak geografis relatif jauh dari terminal tersebut.

Pertamina menyatakan stok BBM nasional masih berada pada level aman. Perusahaan juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena dapat memperburuk antrean di SPBU.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *