Media Center, Sabtu ( 17/10 ) Malam di depan Masjid Jamik Sumenep mendadak menjadi riuh dan penuh warna. Dentuman irama musik perkusi tradisional yang khas menghentak, menyebarkan energi ke setiap sudut kota. Ribuan pasang mata tumpah ruah, terhipnotis oleh dentangan perkusi dan pertunjukan megah dalam gelaran Festival Musik Tong-Tong se-Madura.

Suasana kian hidup ketika ribuan pengunjung sebagian besar anak muda tak sekadar menonton, jemari mereka sibuk memegang gawai, mengabadikan setiap momen dan hentakan irama, lalu menyebarkannya ke berbagai platform media sosial.  

​Fenomena ini menjadi bukti nyata gerakan “Nongtong Bareng”, sebuah aksi serentak mengajak penikmat budaya untuk menjadi kreator konten di lokasi acara. Musik tradisional yang identik dengan warisan leluhur kini tampil kekinian, menyatu dengan tren digital anak muda zaman sekarang. Dari siaran langsung, cerita pendek di Instagram, hingga video berdurasi singkat di TikTok, gelombang unggahan tentang musik tong-tong membanjiri lini masa.

​Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, menjelaskan, gerakan “Nongtong Bareng” dicanangkan untuk mengajak masyarakat khususnya kaum muda tidak hanya menjadi penonton pasif, melainkan turut berperan aktif mendokumentasikan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal ke ruang digital.

​“Melalui gerakan ini, kami ingin masyarakat ikut menyukseskan kampanye digital dengan membuat dan membagikan konten kreatif seperti video pendek, cerita media sosial, hingga siaran langsung di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan YouTube,” ujar Indra Wahyudi, Sabtu (17/10/2026).

Kadis Kominfo Kabupaten Sumenep ini mengapresiasi tinggi terhadap sinergi kampanye digital tersebut. Ia menilai bahwa ruang digital sangat efektif untuk memperluas jangkauan audiens sehingga seni musik tong-tong semakin dikenal luas di kancah nasional maupun internasional.

​“Mari jadikan Kabupaten Sumenep sebagai panggung internasional atraksi budaya musik tong-tong melalui kampanye digital yang dilakukan secara bersama-sama,” tandasnya.

​Dengan perpaduan antara kemegahan tradisi lokal dan pemanfaatan teknologi digital masa kini, Festival Musik Tong-Tong se-Madura ini tidak hanya sukses menjadi hiburan rakyat yang meriah, tetapi juga memperkuat posisi Kabupaten Sumenep sebagai pusat pelestarian dan atraksi budaya unggulan di Madura. ( Fer )

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *