TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP – Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari, menyayangkan peristiwa adu jotos antara penjaga tiket dan pedagang Pasar Anom Baru Sumenep, Jawa Timur, di muka umum yang terekan dalam sebuah video berdurasi 29 detik dan viral di media sosial pada Kamis (15/10/2026).

Kejadian tersebut dinilai telah merusak citra dan pelayanan pengunjung pasar di bawah Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep.

“Patut disayangkan kejadian itu terjadi di muka umum, ya Allah, astaghfirullahaladzim. Perlu dicari titik persoalannya,” kata Juhari pada TribunMadura.com, Sabtu (17/10/2026).

Politisi DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumenep ini mendorong Pemkab Sumenep, yakni DKUPP setempat untuk segera melakukan evaluasi secara menyeluruh bagi penjaga tiket pasar hingga Kepala UPTD Pasar Anom Baru Sumenep. 

Alasannya, hal tersebut berkaitan dengan kedisiplinan dan pelayanan bagi masyarakat atau keluar masuknya pengunjung pasar dan pedagang yang mempunyai kios di dalam.

“Kami minta insiden tersebut tidak terulang kembali, itu sangat memalukan sekali,” tegas Juhari.

Dia menambahkan, agar pengelolaan dan pelayanan tiket keluar masuk pengunjung pasar tidak terlihat serampangan, pihaknya meminta harus sesuai dengan regulasi yang ada.

“Agar tidak serampangan, maka harus sesuai regulasi dan aturan yang ada. Penjaga itu juga harus disiplin memberikan pelayanan,” tegas politisi partai berlambang Kabah tersebut.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *