Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Kemah Lintas Agama untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus menanamkan nilai toleransi kepada generasi muda.

Kegiatan ini mempertemukan pemuda, tokoh masyarakat, dan guru dari berbagai agama sebagai upaya membangun dialog serta merawat persatuan di tengah keberagaman.

Kemah Lintas Agama tahun ini berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (16–17/10/2026), di kawasan camping ground Gerbang Raung, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Sebanyak 66 peserta dari berbagai latar belakang agama mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan yang diinisiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyuwangi ini rutin digelar setiap tahun sebagai wadah untuk mempererat persaudaraan, membangun komunikasi lintas agama, dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga toleransi serta harmoni kehidupan bermasyarakat.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengatakan keberagaman masyarakat merupakan kekuatan yang perlu dijaga melalui kebersamaan dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kehidupan masyarakat yang majemuk dapat berjalan damai apabila setiap pihak saling menghormati dan mengedepankan kerja sama.

“Keberagaman bukan untuk dipertentangkan. Melainkan dianyam menjadi kekuatan bersama. Jangan jadikan perbedaan sebagai penghalang untuk saling bekerja sama,” kata Mujiono saat hadir di Kemah Lintas Agama yang digelar camping ground Gerbang Raung.

Ia berharap, interaksi antarpeserta selama kegiatan berlangsung dapat memperkuat pemahaman mengenai pentingnya toleransi. Nilai-nilai yang diperoleh selama kemah juga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

“Kami berharap, kebersamaan selama kemah ini dapat menjadi bekal bagi peserta untuk menerapkan nilai-nilai kerukunan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *