:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376246/original/024233600_1792318166-Orangtua_bocah_diduga_dibullying_di_surabaya.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Kasus bocah dibully sampai meninggal kembali mengemuka di Surabaya. Seorang anak berinisial Z (10), penyandang down syndrome dan cerebral palsy, ditemukan tewas di teras rumahnya di Kecamatan Rungkut, Sabtu (12/9/2026) pagi. Saat ditemukan, wajahnya membiru, lehernya terlilit tali sepatu, dan mulutnya diduga berisi sabun colek. Perkara ini ditangani Polrestabes Surabaya, sementara keluarga menduga ada keterlibatan dua anak tetangga.
Sebelum kejadian, ayah korban, SAW (53), menuturkan Z berada di teras rumah menggunakan kursi roda. Saat itu ia sedang beristirahat usai minum obat pascaoperasi ginjal, sementara istrinya, NF, berdagang sari kedelai di pasar.
Situasi berubah saat NF pulang sekitar pukul 09.20 WIB. Ia langsung histeris melihat kondisi Z yang sudah terjatuh dari kursi roda. “Sekitar pukul 09.20 WIB istri saya datang. Tiba-tiba istri saya berteriak-teriak, ‘Bi, anaknya biru, anaknya wis biru’,” kata SAW, Minggu (18/10/2026).
SAW mendapati putranya dalam posisi tertelungkup dengan benjol di dahi yang diduga akibat benturan. “Posisinya terjungkal sujud begitu. Jidatnya ada benjolannya, bekas kayak tersungkur, jadi jatuh dari kursi roda,” ujar dia.
Ia juga menemukan tali sepatu melilit leher Z, benda menyerupai sabun colek di mulut, serta daun lamtoro berserakan di tubuh anaknya. “Lehernya dijerat tali sepatu, mulutnya dijejali sabun colek, dan tubuhnya ditaburi daun lamtoro. Hasil otopsi di Polda Jawa Timur juga ada cairan sabun colek di lambung anak saya,” ujar dia.
Warga berdatangan setelah mendengar kegaduhan. Dengan bantuan seorang penghuni kos di sekitar rumah, Z dibawa ke rumah sakit. Sekitar 15 menit kemudian, ia dinyatakan meninggal pada pukul 09.45 WIB.
“Sekitar 15 menit sampai rumah sakit, sekitar pukul 09.45 WIB, habis itu dinyatakan meninggal,” kata SAW.
SAW mengecek kamera pengawas di sekitar rumah untuk menelusuri kejadian saat ia tertidur dan istrinya belum pulang. Dari rekaman itu, ia menyebut melihat dua anak tetangga berinisial F (8) dan K (10) keluar masuk rumahnya pada rentang waktu 08.15–08.47 WIB.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber