
Jawa Timur pernah mengalami bencana alam yang menimbulkan korban jiwa, merusak pemukiman, hingga memengaruhi kehidupan masyarakat selama berabad-abad. Sejumlah bencana besar yang tercatat di wilayah ini meliputi letusan gunung api, gempa bumi, tsunami, dan banjir bandang.
Salah satu bencana alam paling dahsyat adalah letusan Gunung Kelud pada 1919 yang menewaskan sekitar 5.160 orang. Selain itu, gempa dan tsunami di Banyuwangi pada 1994 serta gempa bumi di wilayah Malang dan sekitarnya juga menjadi sejarah kebencanaan Jawa Timur.
Catatan sejarah berikut menunjukkan dampak dari berbagai bencana tersebut, mulai dari jumlah korban jiwa hingga kerusakan yang ditimbulkan. Beberapa di antaranya bahkan menjadi peristiwa penting dalam sejarah kebencanaan di Jawa Timur.
Letusan Gunung Kelud pada 19-20 Mei 1919 tercatat sebagai salah satu bencana vulkanik paling mematikan dalam sejarah Jawa Timur. Peristiwa ini menewaskan sekitar 5.160 orang.
Letusan terjadi pada tengah malam. Sekitar pukul 01.15 WIB, terdengar dentuman keras yang bahkan dilaporkan sampai ke Kalimantan. Setelah itu, hujan abu menyebar ke sejumlah wilayah, sementara hujan batu dan kerikil terjadi di lereng gunung.
Bencana semakin parah ketika air danau kawah keluar dan membentuk aliran lahar. Sekitar pukul 01.30 WIB, aliran tersebut memasuki Kota Blitar. Campuran air panas, lumpur, pasir, dan batuan mengakibatkan kerusakan besar. Kecepatan aliran lahar diperkirakan mencapai 18 meter per detik atau sekitar 65 kilometer per jam.
Berdasarkan dokumen yang dihimpun oleh Program Studi Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember, letusan tersebut menyebabkan 104 desa rusak berat. Kerusakan juga meliputi sekitar 5.050 hektare sawah, tegalan, pekarangan, dan perkebunan. Sebanyak 1.571 hewan dilaporkan mati.
Jauh sebelum letusan 1919, Gunung Kelud juga pernah mengalami letusan dahsyat pada 1586. Peristiwa ini diperkirakan menewaskan sekitar 10.000 orang. Raffles dalam History of Java yang terbit pada 1817 menggambarkan letusan Kelud sebagai peristiwa dahsyat yang membuat wilayah sekitarnya tertutup kegelapan pekat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber