
WARU, SIDOARJONEWS.id – Jarak menjadi salah satu persoalan yang kerap dihadapi petani saat memenuhi kebutuhan pupuk untuk lahan pertanian mereka. Namun, bagi petani di Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, persoalan itu kini mulai teratasi. Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) membuat penebusan pupuk bersubsidi lebih dekat, praktis, dan tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Mohammad Jupri, petani anggota Kelompok Tani (Poktan) Rukun Asih, merasakan langsung perubahan tersebut. Sebelumnya, Tambakrejo belum memiliki kios resmi atau Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS). Petani harus mencari titik penebusan di luar desa untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.
Kini, keberadaan KDKMP Tambakrejo memberi alternatif yang lebih mudah dijangkau. Proses penebusannya pun relatif sederhana. Petani cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk memperoleh pupuk sesuai ketentuan.
“Lebih dekat di sini. Prosesnya juga mudah dan cepat, cukup menunjukkan KTP saja, serta harganya sesuai HET,” ujar Jupri saat ditemui di KDKMP Tambakrejo, Minggu (18/10/2026).
Pada kesempatan itu, Jupri menebus pupuk bersubsidi sebanyak 100 kilogram untuk memenuhi kebutuhan usaha taninya. Baginya, kemudahan akses menjadi hal penting agar kebutuhan pupuk dapat dipenuhi tanpa harus menghabiskan waktu dan tenaga untuk menempuh jarak lebih jauh.
Pengalaman serupa dirasakan Abd. Munib, petani lain dari Poktan Rukun Asih. Ia menilai keberadaan koperasi memberikan pilihan titik penebusan yang lebih dekat sekaligus mempermudah proses mendapatkan pupuk.
“Sekarang lebih mudah karena tempatnya dekat dan prosesnya cepat. Kami bisa menebus pupuk dengan menunjukkan KTP, sementara harganya juga sesuai HET,” ungkap Munib.
Munib menebus pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK Phonska, masing-masing sebanyak 300 kilogram. Kemudahan tersebut dinilai membantu petani memenuhi kebutuhan sarana produksi pertanian secara lebih praktis.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber