
Jember (beritajatim.com) – Pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Tahun Anggaran 2027 belum juga dimulai, kendati tiga sidang paripurna awal sudah dilaksanakan di gedung parlemen.
Bupati Muhammad Fawait menyampaikan nota pengantar RAPBD 2027 di gedung DPRD Jember, 28 September 2026. Dalam nota pengantar itu disebutkan, rencana total pendapatan daerah adalah Rp4,521 triliun, dan belanja daerah direncanakan Rp5,508 triliun.
Pemkab Jember merencanakan penerimaan pembiayaan terdiri dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) 2026 yang diperkirakan Rp200,4 miliar dan penerimaan pembiayaan dinjaman daerah dari PT Sarana Multi lnfrastruktur Rp786,5 miliar.
Sidang paripurna kedua dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi dilaksanakan di gedung DPRD Jember tiga hari kemudian, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026.
Biasanya pada tahun-tahun sebelumnya, sidang paripurna ketiga dengan agenda penyampaian jawaban atas pandangan fraksi-fraksi oleh bupati dilaksanakan sehari kemudian. Namun kali ini sidang paripurna baru digelar pada 5 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan HUT TNI.
Wakil Ketua DPRD Jember Widarto mengatakan, tahapan selanjutnya adalah pembahasan antara Badan Anggaran DPRD Jember dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebelum empat komisi di parlemen menyelaraskan anggaran tersebut.
Namun hingga Senin (19/10./2026), pembahasan Banggar dan TAPD belum juga digelar. “Sekarang bolanya ada di eksekutif. Kami menunggu eksekutif,” kata Widarto.
Menurut Widarto, buku RAPBD 2027 sudah diterkma parlemen. “Cuma eksekutif belum siap untuk melakukan pembahasan,” katanya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber