SuaraJatim.id – Dalih pembinaan disiplin berujung petaka di asrama Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tiga siswa sekolah berasrama tersebut diduga menjadi korban kebrutalan seorang oknum mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) yang bertugas sebagai pembimbing disiplin.

Akibat peristiwa ini, salah satu korban berinisial P dilarikan ke puskesmas setelah menerima pukulan dan tendangan bertubi-tubi.

Tak terima atas aksi main hakim sendiri itu, keluarga korban resmi menyeret pelaku ke Polres Jember, Senin (19/10/2026).

Paman korban, BD, membeberkan kronologi malam nahas yang terjadi di dalam asrama pada Minggu (18/10/2026) malam.

Insiden bermula saat rekan P kepergok merokok oleh oknum mahasiswa tersebut. Namun, bukan teguran mendidik yang didapat, melainkan tamparan keras.

Aksi kekerasan fisik itu sempat dipertanyakan oleh siswa lain. “Kenapa kok dipukul, Bang?” ujar siswa tersebut, sebagaimana ditirukan BD.

Bukannya mereda, sang pembimbing justru naik pitam dan memukul siswa yang menegurnya. Melihat dua kawannya dianiaya di depan mata, korban P mencoba melerai dan membela. Keputusan ini justru membuat P menjadi samsak amarah oknum pembimbing tersebut.

“Keponakan saya justru yang paling parah. Dia dipukul dan ditendang di bagian dada serta punggung hingga harus dirawat di puskesmas,” ungkap BD dikutip dari beritajatim.com–jaringan Suara.com.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *