TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Dikuranginya kuota BBM bersubsidi membuat masyarakat Bangkalan menderita.

Pemandangan antrean kendaraan bermotor kerap mewarnai kawasan SPBU-SPBU di Kabupaten Bangkalan dalam beberapa bulan terakhir. 

Panjangnya antrean bahkan sampai keluar area SPBU, sehingga tak jarang pihak kepolisian membentangkan garis pembatas antrean di jalur poros nasional agar tidak mengganggu arus lalu lintas. 

Antrean panjang dari kendaraan bermotor biasanya terpantau di jalur pengisian BBM subsidi Pertalite dan Solar. Seperti halnya di SPBU Kota Bangkalan, Jalan Soekarno-Hatta, SPBU Junok di Jalan Raya Ketengan, Kelurahan Tunjung Burneh, serta SPBU di Kecamatan Kamal. 

Menanggapi hal itu, Manajer SPBU Kamal, Miskanto mengungkapkan bahwa pengiriman BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar ke SPBU-SPBU belakangan ini dilakukan rata-rata lebih dari satu hari setelah pengiriman order.  

“Dari Pertamina ada pengurangan kuota jenis BBM subsidi. Seperti di SPBU kami, bulan Oktober ini jumlah pengiriman berkurang. Lebih banyak pengriman pada September bulan lalu,” ungkap Miskanto kepada Tribun Madura, Senin (19/10/2026) petang. 

Ia menjelaskan, total pengiriman berdasarkan kitir periode 1-31 Oktober berjumlah 51 kali pengiriman dengan total kuota mencapai 408 ribu liter Pertalite. Sementara untuk Solar subsidi sebanyak 11 kali pengiriman dengan total kuota 88 ribu liter. 

“Jadi dikurangi 24 KL (24 ribu liter) untuk Oktober bulan ini. Karena pada September, kami dikirim Pertalite sebanyak 54 kali dan Solar dikirim sebanyak 14 kali,” beber Kanto. 

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *