:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/upati-Sidoarjo-Subandi-saat-memimpin-audiensi-bersama-para-kepala-desa.jpg)
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo merencanakan kenaikan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) menjadi Rp 600 juta per desa/kelurahan pada 2027.
Rencana tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Ainur Rahman, dalam pertemuan Bupati Sidoarjo Subandi dengan para kepala desa se-Kecamatan Tulangan di Opsroom Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Selasa (20/10/2026).
“Kami berharap BKK dimanfaatkan secara tepat guna dan berorientasi pada prioritas kebutuhan masing-masing desa,” kata Ainur.
Ia menambahkan, Pemkab Sidoarjo berkomitmen mendukung kemandirian desa melalui alokasi BKK. Besaran bantuan tersebut direncanakan meningkat pada tahun mendatang untuk mempercepat pemerataan pembangunan.
“Insya Allah pada tahun 2027, alokasi BKK ini direncanakan naik menjadi Rp 600 juta per desa/kelurahan,” katanya.
Pertemuan tersebut juga membahas sejumlah persoalan prioritas di wilayah perdesaan, mulai dari penanganan banjir, perbaikan jalan rusak, pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), hingga penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Berbagai persoalan itu memerlukan sinkronisasi dan koordinasi lintas sektor agar penanganannya lebih efektif serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan penanganan persoalan di tingkat desa perlu dilakukan secara bersama-sama, termasuk melalui penguatan kerja sama antardesa.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber