JAKARTA (Kabarjawatimur) – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi langkah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional

SURABAYA – Hampir delapan bulan kehilangan lapak, puluhan pedagang kaki lima (PKL) kerang di kawasan Waduk Unesa, Surabaya, masih menunggu kepastian untuk kembali berjualan.

SURABAYA – Hampir delapan bulan kehilangan lapak, puluhan pedagang kaki lima (PKL) kerang di kawasan Waduk Unesa, Surabaya, masih menunggu kepastian untuk kembali berjualan. Di tengah belum jelasnya lokasi relokasi, dugaan pungutan terhadap pedagang ikut mencuat dan menjadi perhatian Komisi B DPRD Surabaya.

Persoalan tersebut dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi B DPRD Surabaya yang dipimpin Wakil Ketua Komisi B, Mochammad Machmud, Selasa (20/10/2026). Rapat di ruang Komisi B itu dihadiri Lurah Babatan, Camat Wiyung, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta perwakilan pedagang.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Agoeng Prasodjo, mengatakan pihaknya akan menggelar hearing lanjutan dengan mengundang Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya. Langkah tersebut dilakukan untuk membahas kemungkinan pemanfaatan aset milik pemerintah kota sebagai lokasi relokasi sementara bagi para pedagang.

Menurut Agoeng, pemerintah perlu menyediakan beberapa alternatif lokasi agar PKL memiliki pilihan tempat usaha yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Relokasi, kata dia, tidak seharusnya hanya mengarahkan pedagang ke Sentra Wisata Kuliner (SWK) tanpa mempertimbangkan kondisi dan kesiapan mereka.

“Kalau hanya alternatif di SWK saja, tidak ada pilihan bagi mereka. Mereka pasti tidak mau karena kondisi seperti itu,” ujarnya seusai rapat.

“Kita coba memberikan relokasi ke tempat lain. Itu menjadi alternatif. Nanti teman-teman Satpol PP yang mengetahui posisi dan pengaturannya,” katanya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *