Kediri (ANTARA) – Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Komisariat Kediri dan Madiun, Jawa Timur, memperkuat sinergi untuk mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan di daerah.

Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Area Kediri Arie Kusuma mengungkapkan dukungan perbankan terhadap digitalisasi transaksi dan pengembangan usaha di wilayah Karesidenan Kediri.

“Hingga September 2026, Bank Mandiri mencatat 399.711 pengguna Livin’ by Mandiri dan 2.981 pengguna Kopra by Mandiri. Digitalisasi pembayaran UMKM juga didukung oleh 15.105 pengguna QRIS Livin’ Merchant dan 1.332 pengguna mesin electronic data capture (EDC),” katanya di Kediri, Rabu.

Pihaknya menambahkan pada periode yang sama, penyaluran kredit Bank Mandiri pada segmen ritel tercatat mencapai Rp3.035 miliar.

Selain layanan transaksi dan pembiayaan, kata dia, perusahaan juga mengembangkan layanan investasi emas melalui Tabungan Emas yang dapat diakses secara digital, Cicil Emas, KSM Emas, serta ATM Emas untuk pencetakan emas fisik.

Sementara itu, Area Head 3 BNI Kantor Wilayah 18 Malang Abiwodo menjelaskan dukungan BNI terhadap pengembangan UMKM melalui program BNI XPORA.

Program tersebut diarahkan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing, termasuk membuka peluang memasuki pasar internasional.

Penguatan kapasitas usaha dan pemanfaatan layanan keuangan digital diharapkan dapat membantu UMKM di Kediri, Madiun, dan sekitarnya mengoptimalkan potensi usaha serta memperluas jangkauan pemasaran.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *