
KILASJATIM.COM – Gelaran Gandrung Sewu 2026 mulai memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata Banyuwangi, Jawa Timur. Tingginya minat masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan tari kolosal tersebut mendorong permintaan akomodasi dan transportasi udara. Sejumlah hotel mencatat tingkat okupansi mencapai 100 persen, sementara tiket penerbangan sejumlah rute menuju Banyuwangi habis dipesan pada 22–25 Oktober 2026.
General Manager Aston Hotel Banyuwangi, Catur Rahmadi, mengatakan tingkat keterisian kamar hotelnya untuk Sabtu, 24 Oktober 2026, telah mencapai 100 persen berdasarkan data pemesanan hingga Kamis (22/10/2026).
Bahkan, permintaan kamar masih terus berdatangan menjelang pelaksanaan festival tahunan tersebut.
“Tercatat di kami sudah 100 persen, orang yang booking menginap pada tanggal 24 Oktober. Bahkan ini permintaan masih ada,” kata Catur, Kamis (22/10/2026).
Kondisi serupa juga terjadi di Kokoon Hotel Banyuwangi. Cluster Assistant Marcomm Manager Kokoon Hotel Banyuwangi, Evelyn May Fanny, menyebut seluruh kamar hotel telah dipesan sejak pekan sebelumnya.
Tingginya tingkat hunian hotel tersebut menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap Gandrung Sewu 2026. Festival yang menjadi salah satu agenda unggulan pariwisata Banyuwangi ini turut mendorong pergerakan wisatawan yang membutuhkan fasilitas penginapan selama berada di daerah tersebut.
Lonjakan permintaan tidak hanya terjadi pada sektor perhotelan, tetapi juga transportasi udara. General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, mengatakan tiket penerbangan reguler rute Jakarta–Banyuwangi pulang pergi serta Surabaya–Banyuwangi telah habis dipesan untuk periode 22–25 Oktober 2026.
“Untuk penerbangan reguler yang eksis saat ini, tiket sudah habis, baik itu tujuan Jakarta–Banyuwangi pulang pergi maupun Surabaya sudah full booked dari tanggal 22 sampai dengan 25 Oktober,” kata Holik, Kamis (22/10/2026).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber