Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2022. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.

BANYUWANGI – Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi momentum untuk mendorong para santri naik kelas, tidak hanya dalam penguasaan ilmu agama, tapi juga dalam kemandirian ekonomi. 

Upaya tersebut diwujudkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui kegiatan bertajuk ‘Santri Entrepreneur’ yang digelar di Pelinggihan Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Kamis (22/10/2026), dengan dihadiri perwakilan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) di Bumi Blambangan.

Untuk memastikan wawasan yang diberikan berbobot dan aplikatif, acara ini menghadirkan narasumber tepercaya. Di antaranya Muhammad Tristan Azaria dari Masjid Affiliate Al-Kahfi Bandung, serta dua sosok affiliate sukses asal Banyuwangi, Vicky Hendri Kurniawan dan Ade Apriansyah. 

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam sambutannya mengajak para santri mengenali potensi diri dan berani mengembangkannya menjadi peluang usaha.

Menurutnya, keberhasilan berwirausaha tidak cukup hanya mengandalkan teori. Santri perlu memiliki kreativitas, keberanian memulai, serta kesiapan menghadapi kegagalan.

“Seorang entrepreneur sejati, CEO sejati, pengusaha sejati itu tidak sekali usaha langsung berhasil. Dia lahir dari kegagalan-kegagalan, dan kegagalan itu istilahnya adalah keberhasilan yang tertunda,” ujar Ipuk.

Orang nomor satu di Bumi Blambangan mengingatkan para santri agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan, melainkan terus belajar, berikhtiar, dan memperbaiki diri.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *