
Banyuwangi, HB.net – Munculnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Jawa Timur (Jatim), Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi melakukan antisipasi. Dinas melakukan surveilans ke daerah perbatasan hingga pasar hewan.
Meski demikian, pemkab telah melakukan sejumlah langkah untuk mencegah masuknya penyakit yang menyerang ternak ruminansia (hewan pemamah biak) tersebut. Diantaranya melakukan surveilans dan deteksi dini pada hewan ternak di daerah-daerah kantong ternak, pedagang ternak, pasar hewan, serta ternak milik warga.
“Tim sudah bergerak sejak hari Minggu (8/5) lalu, hingga nanti seluruh kecamatan tuntas,” ujar Khoiri. Ia menegaskan, jika PMK ini tidak menular ke manusia, melainkan menular ke sesama hewan saja,” jelas Khoiri.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi drh. Nanang Sugiarto menambahkan, pemkab juga membuka layanan kesehatan hewan di daerah-daerah rawan, perbatasan, dan pasar hewan.
Peternak juga diberikan edukasi tentang tanda klinis penyakit PMK. Untuk mencegah penularan PMK, warga juga diimbau untuk tidak memasukkan ternak baru ke dalam kandang. “Pisahkan dahulu beberapa waktu, jika memang tidak ada gejala mengarah ke PMK baru boleh dicampur dengan yang lain,” ujarnya. (guh/diy)
A (31) warga asal Kecamatan-Kabupaten Sidoarjo terpaksa berurusan dengan Unit Perlindungan…
PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui UP Arun menggelar rapat persiapan program kegiatan…
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber
Diyah nisa