
Sebanyak 35.808 kepala keluarga di 26 kabupaten/kota di Jawa Timur masih terdampak kekeringan hingga 25 Oktober 2026.
Pemerintah telah menyalurkan 6.884 ritase air bersih dengan total volume 34.623.400 liter berdasarkan laporan BPBD Jember.
Musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga pertengahan November 2026 sehingga distribusi air dan koordinasi lintas sektor perlu dilanjutkan.
(KLIKANGGARAN) — Kebutuhan air bersih masih menjadi persoalan bagi puluhan ribu keluarga di Jawa Timur selama musim kemarau. Berdasarkan data hingga 22 Oktober 2026, kekeringan masih melanda 26 kabupaten/kota dan berdampak pada 35.808 kepala keluarga (KK). Penyaluran bantuan air telah dilakukan, tetapi upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat masih perlu diteruskan.
Data tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Jawa Timur di Kota Batu pada Jumat, 23 Oktober 2026, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, menyebut pemerintah telah menyalurkan ribuan ritase air bersih untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Data sampai 22 Oktober 2026 menunjukkan ada 26 kabupaten/kota yang mengalami kekeringan dan membutuhkan distribusi air bersih. Masyarakat terdampak mencapai 35.808 KK,” kata Zughrinada.
Meski bantuan telah disalurkan dalam jumlah besar, puluhan ribu keluarga masih tercatat terdampak. Karena itu, penanganan kekeringan perlu terus dilanjutkan agar masyarakat di wilayah yang mengalami kekurangan air tetap memperoleh pasokan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber