
Jakarta, Beritasatu.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalihkan dua armada udara dari Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) ke Jawa Timur untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemindahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan operasi di lapangan, kondisi cuaca, serta keselamatan penerbangan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, penempatan armada udara terus dievaluasi secara dinamis agar penanganan karhutla berjalan efektif.
Menurutnya, reposisi armada tidak berarti dukungan penanganan karhutla di Kalimantan dihentikan. BNPB tetap menyiagakan sejumlah pesawat dan helikopter untuk mendukung operasi di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan Direktorat Operasi BNPB, satu pesawat patroli yang juga mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) dialihkan dari Kalimantan Barat ke Jawa Timur. Keputusan itu diambil karena kondisi atmosfer di Kabupaten Ketapang belum menunjukkan potensi pertumbuhan awan yang memadai untuk mendukung pelaksanaan OMC.
Operasi modifikasi cuaca memerlukan kondisi atmosfer yang sesuai agar penyemaian awan dapat dilakukan secara efektif. Meski satu pesawat dialihkan, BNPB memastikan dukungan armada udara di Kalimantan Barat tetap tersedia.
“Meski digeser, Kalimantan Barat masih didukung oleh tujuh pesawat water bombing yang terdiri atas tiga unit dari TNI dan empat unit dari BNPB, serta disiagakan dua unit pesawat patroli atau OMC,” kata Berton di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Dengan demikian, Kalimantan Barat masih memiliki dukungan tujuh armada pemadaman udara dan dua pesawat patroli atau OMC.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber