
jatimnow.com – Komisi A DPRD Jember meminta panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) mengupayakan munculnya lebih dari dua calon di setiap desa yang menggelar pemilihan. Langkah ini dinilai dapat mengurangi potensi konflik antarpendukung.
Sekretaris Komisi A DPRD Jember, Siswono, mengatakan persaingan dua calon atau head to headberpotensi memicu ketegangan di tengah masyarakat. Karena itu, panitia diminta memberikan kesempatan secara adil kepada warga yang ingin maju sebagai calon kepala desa.
“Yang dimaksud rawan manakala di desa muncul dua calon. Maka ini ada edukasi kepada panitia agar betul-betul melakukan upaya secara fair kepada masyarakat, agar masyarakat bisa tampil (calon) maju pilkades lebih dua,” kata Siswono saat rapat dengar pendapat (RDP) di kantor DPRD Jember, Senin (26/10/2026).
Politisi Gerindra itu mengaku kerap mengikuti pelaksanaan Pilkades, termasuk di lingkungan keluarganya. Menurutnya, persaingan dua calon dapat menimbulkan ketegangan yang berkepanjangan, bahkan merenggangkan hubungan antaranggota keluarga.
“Kami seringkali mengikuti pilkades, terutama keluarga saya. Ketika head to head maka ini luar biasa. Yang namanya carok, uang, bahkan saudara sekandung tidak nyapa. Ketika lebih dari dua (calon), maka tingkat kerawanan bisa terhindari,” ungkapnya.
Siswono meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jember turut memberikan edukasi kepada panitia di desa-desa yang akan menggelar Pilkades. Panitia diharapkan menyosialisasikan kesempatan pencalonan secara terbuka agar lebih banyak warga bersedia maju.
“Ini bagaimana edukasi, panitia memberikan woro-woro ke masyarakat agar calon lebih dari dua. Sehingga ini menghindari kesan potensi yang (konflik) dikhawatirkan,” pintanya.
Selain mendorong upaya pencegahan konflik, Siswono meminta Biro Hukum Pemerintah Kabupaten Jember mengkaji penyusunan peraturan bupati (perbup) yang mengatur praktik politik uang dalam Pilkades.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber