Surabaya (ANTARA) – Pemerintah Kota Surabaya memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan melalui dukungan anggaran untuk kegiatan produktif, pengembangan usaha, dan penggerakan Kampung Pancasila.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Kota Surabaya, Rabu mengatakan upaya itu dilakukan agar anak muda tidak sekadar menjadi peserta pembangunan, tetapi mampu menggerakkan ekonomi warga sekaligus menumbuhkan semangat persatuan dan kepedulian sosial di lingkungan tempat tinggalnya.

“Kota Surabaya ini milik para pemuda. Mereka tidak boleh berhenti dan tidak boleh hanya menjadi penonton. Karena itu, kami tidak hanya melibatkan mereka dalam pembangunan atau Musrenbang Pemuda, tetapi juga memberikan anggaran agar para pemuda bisa bergerak,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi seusai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Halaman Balai Kota Surabaya.

Ia mengatakan, semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, Pemkot Surabaya tidak hanya membuka ruang partisipasi anak muda melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemuda, tetapi juga mendorong dukungan anggaran agar gagasan mereka dapat diwujudkan menjadi kegiatan produktif.

Dukungan tersebut, kata dia, diharapkan memperkuat berbagai inisiatif anak muda di tingkat kampung, termasuk melalui Karang Taruna dan kegiatan di balai RW.

“Sejumlah kelompok pemuda mulai mengembangkan usaha yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat, seperti penyediaan telur hingga penjualan parfum dan deodoran,” katanya.

Selain menggerakkan usaha, lanjut dia, anak muda juga berinisiatif mengadakan pemutaran film melalui konsep layar tancap atau misbar (gerimis bubar). Kegiatan ini turut membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk, sehingga aktivitas pemuda dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *