
Denpasar, Bali (ANTARA) – Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) memperkuat peran Indonesia dalam perdagangan produk mineral strategis.
“Indonesia sedang menyiapkan landasan bagi pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis nasional. Tujuannya adalah meningkatkan transparansi harga dan memperkuat peran Indonesia dalam perdagangan produk mineral strategis,” ujar Koordinator Kerja Sama dan Investasi Minerba Ditjen Minerba Kementerian ESDM Yan Abrar dalam Indonesia-Korea Energy Forum (IKEF) yang digelar di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu.
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara, tutur Yan, memberikan mandat untuk melakukan pengolahan di dalam negeri. Aturan tersebut lantas berkembang hingga saat ini untuk memperkuat tata kelola sektor pertambangan.
Selain itu, Yan juga menyampaikan pemerintah meningkatkan pengawasan digital melalui Minerba One yang terhubung dengan SIMBARA (Sistem Informasi Mineral dan Batubara Antar Kementerian/Lembaga).
“Pesan utama bagi investor adalah Indonesia terus memperbaiki iklim investasi sembari mempertahankan pengelolaan sumber daya nasional yang bertanggung jawab,” ucap Yan.
Dalam kesempatan tersebut, Manager, International Cooperation Team, Critical Mineral Department KOMIR (Korea Mine Rehabilitation and Mineral Resources Corporation) Eul Roh menyampaikan Indonesia dan Korea Selatan memiliki kekuatan yang saling melengkapi.
Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah, pengolahan hasil tambang, serta tujuan yang jelas untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik.
Sementara itu, Korea Selatan memiliki pasar dan teknologi untuk baterai, pengalaman dalam melakukan daur ulang dan reklamasi tambang, serta sistem yang menghubungkan informasi, teknologi, dan keuangan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber