Madiun, IDN Times – Teriakan arga pecah saat Dwi Bagus Martono alias Tono tersangka kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), tiba di lokasi rekonstruksi di Kota Madiun. Ratusan warga yang memadati pinggir jalan meluapkan kekesalan mereka ketika Tono turun dari mobil polisi.

Sorakan dan kecaman terdengar bersahutan saat pintu minibus putih yang membawa tersangka dibuka petugas. Warga yang sejak awal menunggu kedatangan tersangka langsung mengarahkan perhatian kepadanya.

Sebagian warga mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel. Sementara lainnya meneriakkan kecaman ketika tersangka berjalan melewati kerumunan menuju lokasi rekonstruksi.

Mengenakan rompi tahanan oranye dan masker, Dwi tampak menundukkan kepala saat dikawal ketat personel kepolisian. Ia kemudian dibawa masuk ke lokasi yang telah dipasangi garis polisi.

Kedatangan tersangka menjadi perhatian warga yang ingin menyaksikan langsung proses rekonstruksi kasus yang menewaskan seorang ibu dan anak tersebut. Suasana di sekitar lokasi pun ramai oleh teriakan warga.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, polisi memperketat penjagaan di sekitar pintu masuk. Petugas juga meminta warga dan awak media menjaga jarak agar proses rekonstruksi dapat berlangsung lancar.

Di tengah kerumunan warga, penyidik Polda Jawa Timur melanjutkan pendalaman kasus melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Selasa (27/10/2026). Tersangka memperagakan sejumlah adegan di tiga lokasi berbeda.

Kasundit III Jatanras Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan lokasi pertama yang didatangi adalah sebuah hotel yang diduga menjadi tempat awal terjadinya perselisihan hingga Dini meninggal dunia.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *