
Petik Laut merupakan salah satu tradisi masyarakat pesisir di Jawa Timur yang berkaitan erat dengan kehidupan nelayan.
Tradisi ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki berupa hasil tangkapan laut.
Petik Laut juga menjadi bentuk doa agar para nelayan selamat serta hasil tangkapan yang melimpah.
Tradisi ini masih dilestarikan di sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur, seperti Muncar di Banyuwangi dan Lekok di Pasuruan.
Meski memiliki tujuan serupa, waktu penyelenggaraan dan rangkaian acaranya dapat berbeda sesuai kebiasaan masyarakat setempat.
Bagi masyarakat nelayan, laut memiliki peran penting sebagai sumber penghidupan, penyedia hasil tangkapan, hingga jalur transportasi yang mendukung perekonomian wilayah pesisir. Oleh karena itu, tradisi Petik Laut diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan yang mengandung sejumlah harapan, antara lain sebagai berikut.
Selain itu, Petik Laut mencerminkan hubungan antara manusia dan alam yang perlu dijaga keseimbangannya. Nilai tersebut sejalan dengan pandangan budaya Jawa tentang pentingnya hidup selaras dengan semesta.
Di sejumlah daerah, tradisi ini juga berpadu dengan nilai-nilai keagamaan, seperti pembacaan doa dan ayat suci Al-Qur’an sebelum prosesi pelarungan sesaji ke laut.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber