SIDOARJO I KEMPALAN- Tim sepak bola Kabupaten Sidoarjo mulai mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026 di Ngawi. Berbekal pemain dengan pengalaman kompetisi Elite Pro Academy (EPA), pembinaan Persebaya Surabaya, serta talenta dari sejumlah klub daerah, skuad asuhan Muhammad Zakyudin membidik medali sebagai sasaran utama.

Optimisme itu mulai terbangun setelah Sidoarjo menaklukkan tim UKM sepak bola Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dengan skor 6-3 dalam laga uji coba di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, Senin (26/10/2026). Sembilan gol dalam pertandingan tersebut memberi tim pelatih bahan untuk mengukur produktivitas lini serang sekaligus membenahi organisasi pertahanan.

Namun, bagi Zakyudin, modal terpenting bukan semata-mata kemenangan. Ia melihat fondasi kolektivitas mulai terbentuk meski tim baru menjalani proses persiapan selama beberapa pekan.

“Alhamdulillah, meski tim ini baru terbentuk beberapa minggu, chemistry-nya luar biasa. Saya menilai hal itu tidak terlepas dari pengalaman para pemain di kompetisi resmi, terutama EPA dan Piala Soeratin U-17. Mereka sudah terbiasa menghadapi pertandingan dengan intensitas dan tekanan yang tinggi,” ujar Zakyudin.

Pengalaman tersebut menjadi modal untuk mempercepat proses adaptasi. Para pemain tidak memulai dari titik nol dalam memahami ritme pertandingan, disiplin taktik, maupun tuntutan bermain dalam kompetisi yang kompetitif. Tantangannya sekarang ialah menyatukan pengalaman individual itu ke dalam satu sistem permainan yang efektif.

Zakyudin pun optimistis komposisi skuad yang dimilikinya mampu bersaing dalam perebutan medali POPDA XV Jatim 2026. Optimisme itu tetap membutuhkan pembuktian melalui konsistensi permainan, kebugaran, kedisiplinan, dan kemampuan tim menghadapi lawan dengan karakter berbeda.

Sejak awal Oktober, tim telah menjalani pemusatan latihan secara intensif. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman antarpemain, merapikan transisi menyerang dan bertahan, serta memastikan setiap pemain mampu menjalankan peran sesuai kebutuhan tim.

Bagi Sidoarjo, agenda menuju Ngawi bukan sekadar membangun tim yang dihuni pemain-pemain potensial. Ini merupakan proses mengubah keunggulan teknis menjadi kekuatan kolektif yang mampu bertahan ketika pertandingan berjalan di luar skenario.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *