/data/photo/2026/10/28/6ae1e49620ab0.jpg)
BANGKALAN, KOMPAS.com – Ratusan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggeruduk kantor Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Rabu (28/10/2026).
Massa aksi menuntut pemerintah dan penegak hukum setempat memberikan perlindungan dan rasa aman untuk mahasiswa dan masyarakat setelah adanya aksi dugaan pembegalan yang dialami dua mahasiswi UTM.
Koordinator aksi, Ahmad Naufal mengatakan, aksi tersebut dilakukan agar keamanan di Bangkalan bisa ditingkatkan. Terlebih, kabupaten paling barat di Pulau Madura itu dalam waktu dekat akan didirikan banyak industri.
Dalam aksi tersebut, pihaknya juga membawa delapan tuntutan. Di antaranya, meminta agar pemerintah dan pihak keamanan kembali mengaktifkan pos keamanan di sekitar kampus dan wilayah rawan.
“Kami meminta agar keamanan bisa lebih ditingkatkan, seperti pos-pos keamanan diaktifkan dan ditambah lagi dan pengawasan dan patroli rutin diperketat,” ucapnya.
Selain itu, untuk mendukung peningkatan keamanan, massa meminta agar pemerintah juga menambah anggaran Penerangan Jalan Umum (PJU) sehingga area sekitar UTM dan jalan rawan tidak gelap. Sebab, kondisi jalan yang gelap bisa dimanfaatkan oleh para pelaku tindak kriminal untuk mencari sasaran.
“Kami juga meminta agar dilakukan normalisasi drainase. Setiap musim hujan, di jalan menuju kampus banjir dan itu sampai masuk ke rumah-rumah warga dan kos,” katanya.
Massa mahasiswa juga meminta agar titik-titik rawan tindak kriminal juga bisa dipasangi kamera pengawas. Sehingga, saat aksi kriminal terjadi polisi lebih mudah menangkap pelaku.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber