
jatimnow.com – Akademisi Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba) dan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya turun langsung mendampingi puluhan penyandang disabilitas di Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Rabu (28/10/2026).
Langkah nyata melalui program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat Berdampak (Kosabangsa) Kemendiktisaintek tersebut menyasar Rumah Batik Inklusi (RUBI) dan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat.
Fokus utamanya mendongkrak kapasitas produksi batik ramah difabel sekaligus memperluas pasar digital warga desa.
Kelompok RUBI di Dusun Bengkosabe memiliki 30 perajin yang mayoritas merupakan penyandang disabilitas. Selama ini, para pekerja kerap terhambat proses produksi manual, warna kain yang cepat pudar, serta keterbatasan kanal penjualan.
Menjawab persoalan tersebut, tim dosen mengenalkan mesin pelorot malam yang dirancang ergonomis agar perajin difabel bisa bekerja lebih aman dan nyaman.
Teknik pewarnaan kain diperbaiki agar warna tidak mudah luntur, dibarengi kreasi 10 motif batik ciprat baru khas Situbondo. Pemasaran produk yang mulanya konvensional kini mulai merambah etalase daring via TikTok, Instagram, hingga lokapasar nasional.
Lewat intervensi teknologi ini, target produksi RUBI dipacu melonjak tajam dari 125 lembar menjadi 400 lembar kain per bulan.
Ketua Tim Pelaksana Uniba, Dr. Ikhwanul Qiram, menuturkan bahwa pendampingan teknis wajib berjalan beriringan dengan kemampuan manajerial agar kelompok rentan bisa berdaya secara berkelanjutan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber