:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/ilustrasi-sumenep-DESA-KERIS-Pintu-masuk-menuju-Wisata-Desa-Aeng-Tong-tong-Saronggi-Sumenep.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP – Saat berkunjung ke Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, wisatawan akan menemukan satu julukan yang hampir selalu melekat pada daerah ini, yakni Kota Keris, Rabu (28/10/2026).
Julukan tersebut bukan sekadar slogan atau identitas daerah, melainkan lahir dari tradisi panjang yang hingga sekarang masih hidup di tengah masyarakat.
Di sejumlah desa, denting palu yang menempa besi masih terdengar dari rumah-rumah para empu.
Dari tangan mereka, lahir keris yang tidak hanya dipandang sebagai senjata tradisional, tetapi juga karya seni yang menyimpan nilai sejarah, filosofi dan budaya.
Sumenep dikenal memiliki ratusan empu dan perajin keris yang tetap mempertahankan tradisi leluhur.
Berdasarkan jurnal Estetika Kota Keris Sumenep dalam Perspektif Pendidikan, terdapat sekitar 565 perajin keris yang tersebar di Kecamatan Bluto, Saronggi, dan Lenteng.
Mulai dari memilih bahan, menempa bilah, membentuk pamor, hingga menyelesaikan hulu dan warangka, seluruh proses dikerjakan dengan keterampilan yang dipelajari sejak usia muda.
Bagi banyak keluarga perajin, membuat keris bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga cara menjaga warisan nenek moyang agar tidak hilang ditelan zaman.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber