:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dwi-Bagus-dipeluk-istri-di-Madiun.jpg)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan istri sirinya, Dini Hardiyanti (30), dan anak tirinya, AGF (4), ditemukan bersembunyi di sebuah saung penampungan musafir di Jombang, Jawa Timur, setelah diburu polisi selama hampir dua pekan.
Penangkapan itu menyisakan pertanyaan tentang profil Bagus yang disebut memiliki keahlian di bidang perkapalan dan pengeboran minyak lepas pantai (offshore), termasuk pengelasan bawah air (underwater welding), serta izin kerja hingga Eropa.
Sejauh mana profil tersebut telah terverifikasi, dan mengapa ia memilih bersembunyi di dalam negeri?
Polda Jatim sudah memaparkan hasil tes kejiwaan tersangka. Direktur Ditreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Roy, menyebut Bagus memiliki IQ di atas rata-rata.
Menurut Roy, kecerdasan itu dipakai untuk menghilangkan jejak selama dua hari, sejak peristiwa hingga seluruh perbuatannya diamankan.
Meski begitu, tidak semua bagian profil Bagus setara bobot buktinya. Yang bersumber dari keterangan resmi adalah identitas, status tersangka, penangkapan, dan hasil tes psikologi.
Sebaliknya, pekerjaan sebagai konsultan perkapalan, keahlian offshore dan underwater welding, serta izin kerja hingga Eropa dalam sejumlah tulisan sebelumnya masih berstatus “disinyalir” atau “disebut”. Rincian perusahaan, lisensi, dan lembaga pendidikannya belum dipaparkan.
Warga di lingkungannya pun terkejut. Ketua RT 24 Kelurahan Winongo, Agung Rusmanto, menyebut Bagus tidak pernah terlibat kriminal dan baru pulang haji.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber