BANYUWANGI, KOMPAS.com – Sebanyak 45,6 ton sampah rumah tangga dan limbah telah diangkat dari Sungai Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, selama empat hari pembersihan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi Bayu Hadiyanto merinci, sampah yang terkumpul pada hari pertama mencapai 12,5 ton. Jumlah itu meningkat menjadi 18,3 ton pada hari kedua, kemudian 9,1 ton pada hari ketiga dan 5,7 ton pada hari keempat.

Pembersihan yang dimulai sejak Senin (26/10/2026) itu melibatkan warga setempat dan berbagai elemen masyarakat. Selama tiga hari pertama, petugas membersihkan sampah di sepanjang 700-800 meter kawasan sungai.

Memasuki hari keempat, penanganan difokuskan ke kawasan muara. Di lokasi tersebut, persoalan yang dihadapi bukan hanya tumpukan sampah, tetapi juga sedimentasi yang perlu dinormalisasi.

Dinas PU Pengairan Banyuwangi telah mendatangkan alat berat untuk membantu pengerukan sedimen. Langkah ini dilakukan agar penanganan muara tidak hanya berfokus pada pengangkatan sampah yang terlihat di permukaan.

Selain normalisasi sedimentasi, pemerintah juga berencana mengangkut puluhan bangkai kapal nelayan yang terbengkalai di kawasan tersebut. Saat ini, proses inventarisasi masih dilakukan sebelum pengangkutan.

Bayu menjelaskan, keberadaan bangkai kapal menghambat aliran air saat kondisi pasang maupun surut. Karena itu, penanganan Sungai Kalimati perlu mencakup persoalan lain di luar sampah.

“Karena bahasa bersih-bersih ini bukan hanya sampahnya aja ternyata, sumber masalahnya, sedimennya harus diturunkan, dan bangkai-bangkai kapalnya juga harus dibersihkan,” ujarnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *