
Qobilah Pengenal Pondok Modern Aisyiyah Islamic Boarding School (PM AIBS) Bojonegoro meraih Juara I cabang Lomba Baris-Berbaris (LBB) Tongkat dalam Jampanal (Jambore Pengenal 2026) yang diselenggarakan Kwartir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan (HW) Jawa Timur. Perlombaan tersebut berlangsung pada Kamis, (29/10/2026) di Panggung Lapangan Bumi Perkemahan Purwosari-Pasuruan.
Jampanal 2026 diikuti sekitar 1.300 peserta dari berbagai sekolah di Jawa Timur. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai sarana pembinaan anggota Hizbul Wathan tingkat Pengenal sekaligus wadah untuk mempererat hubungan antarpeserta dari berbagai daerah. Melalui kegiatan perkemahan dan perlombaan, peserta mendapat kesempatan mengembangkan keterampilan kepanduan, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kerja sama.
Dalam cabang LBB Tongkat, sebanyak 10 santri PM AIBS Bojonegoro mengikuti perlombaan. Pada penampilannya, mereka memperagakan formasi barisan, ketepatan gerakan, keseragaman langkah, dan koordinasi dalam penggunaan tongkat.
Kekompakan regu serta ketepatan gerak menjadi bagian yang terlihat dalam penampilan mereka. Berdasarkan hasil perlombaan, regu Qobilah PM AIBS Bojonegoro berhasil menempati peringkat pertama dan meraih Juara I pada cabang tersebut.
Pencapaian ini didahului persiapan melalui latihan yang dilakukan sebelum kegiatan berlangsung. Latihan difokuskan pada pembentukan kekompakan, ketepatan gerakan, dan kedisiplinan peserta dalam mengikuti aba-aba. Proses tersebut juga melibatkan pendampingan dari pembina dan pelatih agar setiap anggota memahami tugas serta tanggung jawabnya selama perlombaan.
Pembina Pandu Hizbul Wathan Qobilah PM AIBS Bojonegoro, Mirwahatul Jannah, menyampaikan bahwa para santri menunjukkan komitmen selama menjalani persiapan. Ia menjelaskan bahwa peserta meluangkan waktu untuk berlatih agar penampilan regu lebih terkoordinasi.
“Sejak awal persiapan, anak-anak telah menunjukkan komitmen dan semangat pantang menyerah yang sangat luar biasa. Mereka rela mengorbankan waktu istirahat demi melatih ketepatan gerak dan kekompakan baris-berbaris,” ujarnya.
Menurutnya, hasil tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus mengembangkan kemampuan dalam kegiatan kepanduan. Ia juga berharap pengalaman mengikuti Jampanal dapat membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama di antara anggota Qobilah.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber
