Liputan6.com, Jakarta – Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan di Madiun ibu dan anak, menyamarkan identitasnya selama masa pelarian dengan menggunakan nama lain. Manuver itu dipilih untuk menyulitkan pelacakan oleh aparat.

Identitas samaran tersebut dipakai ketika ia berdiam di tempat persembunyian hingga akhirnya tim kepolisian berhasil menangkapnya.

Menurut penyidik, nama yang dipilih tersangka memuat keyakinan tertentu yang diyakini dapat menjauhkan dirinya dari kejaran polisi.

Katim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Aipda Sigit Dwi Susanto alias Hellboy, menyebut pergantian identitas itu merupakan bagian dari siasat pelarian tersangka. Ia menegaskan, penyamaran dilakukan saat berada di sebuah padepokan.

Berdasarkan keterangan tersangka kepada penyidik, nama tersebut dipilih karena diyakini membawa keberuntungan dan membuatnya tak mudah tertangkap.

Penggantian nama menjadi bagian dari rangkaian upaya tersangka untuk mengaburkan jejak selama buron.

Dalam keseharian, Dwi Bagus diketahui menyukai teka-teki dan kerap menonton film bergenre horor serta intelijen. Belum ada kepastian apakah kegemaran itu berkaitan dengan cara ia menyusun strategi pelarian.

Selama berada di lingkungan padepokan di Jombang, ia berusaha menghindari sorotan publik dan memilih menetap di sana dengan alasan menenangkan pikiran.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *