Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 339 siswa dari 83 sekolah menengah se-Jawa Timur beradu temuan ilmiah. Mereka mempresentasikan 180 judul penelitian dalam Lomba Peneliti Belia di Universitas Surabaya (Ubaya), Jumat (30/10/2026).

Ajang ini mempertemukan ide-ide riset pelajar dari 10 rumpun disiplin ilmu berbeda. Bidang studi yang diuji antara lain matematika, fisika, ilmu komputer, pelestarian lingkungan, ilmu hayati, ekonomi, hingga sosiologi dan psikologi.

Direktur Center for Young Scientists (CYS), Monika Raharti, menyebut forum ini bukan hanya arena bertanding. Para pelajar berkumpul untuk membedah masalah nyata. Ia mengamati peserta sudah menumbuhkan kepekaan tinggi terhadap lingkungan sekitar.

“Dengan usia yang masih sangat muda, para peserta sudah dapat menghasilkan metode pemecahan masalah yang bertanggung jawab dan dapat dibuktikan melalui sebuah riset,” terang Monika, Sabtu (31/10/2026).

Proses pengujian karya ilmiah ini melibatkan 30 dewan juri berpengalaman. Sebanyak 24 akademisi Ubaya dan enam dosen Universitas Negeri Malang (UM) menilai langsung melalui paparan lisan dan poster.

Ketua LPPM Ubaya, Prof Suyanto, mendorong tradisi akademik ini terus hidup. “Dari hasil penelitian adik-adik semua dengan bimbingan dari para guru, riset ini bisa menjadi sebuah ide yang terus dikembangkan ketika akan masuk ke dunia universitas,” ucap Suyanto.

Pihak kampus memberikan insentif khusus bagi deretan karya terbaik. Siswa pemenang akan menerima beasiswa pendidikan saat masuk ke perguruan tinggi.

Ketua Panitia Lomba Peneliti Belia 2026, Yuan Yovita Setiawan, berharap apresiasi tersebut memacu keberanian siswa menguji fenomena. “Lomba ini menjadi ruang untuk mengembangkan rasa ingin tahu, berpikir kritis, dan menghasilkan gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Yuan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *