
Pontianak (ANTARA) – Sebanyak sembilan Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) yang diselamatkan dari kawasan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilepasliarkan di Hutan Lindung Batu Nyambu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).
“Sembilan orangutan tersebut terdiri atas empat pasangan induk dan anak, yakni Mama Angelo dan Angelo, Mama Ocha dan Ocha, Mama Satya dan Satya, serta Mama Pia dan Pia, ditambah seekor betina dewasa bernama Mama Noni,” kata Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat (Kalbar) Murlan Dameria Pane melalui siaran rilisnya, Minggu.
Pelepasliaran dilakukan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui BKSDA Kalbar bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalbar, KPH Ketapang Utara, serta Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) pada 29 Oktober 2026.
Menariknya, hasil pemeriksaan medis sebelum translokasi menunjukkan tiga orangutan betina, yakni Mama Ocha, Mama Pia, dan Mama Satya, sedang dalam kondisi bunting. Habitat baru yang lebih aman diharapkan memberi kesempatan bagi ketiganya untuk melahirkan dan membesarkan anak di alam liar.
Sebelum dilepasliarkan, seluruh orangutan itu diselamatkan dari sejumlah lokasi terdampak karhutla di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara sepanjang September 2026.
Empat pasangan induk dan anak ditemukan di kawasan bernilai konservasi tinggi dalam konsesi perkebunan kelapa sawit PT KALE, sedangkan Mama Noni diselamatkan dari perkebunan campuran milik warga di Desa Pemangkat, Kayong Utara.
Saat ditemukan seluruh orangutan mengalami dehidrasi dan malnutrisi akibat kehilangan sumber pakan dan habitat. Bahkan Ocha dan Mama Ocha mengalami luka bakar pada bagian kaki yang diduga akibat paparan bara api saat melintasi lahan gambut terbakar.
Kesembilan satwa tersebut kemudian menjalani pemulihan dan perawatan intensif di Pusat Rehabilitasi Orangutan YIARI di Sungai Awan, Ketapang. Ia mengatakan karhutla semakin memperbesar tantangan konservasi orangutan karena menyebabkan hilangnya habitat dan sumber kehidupan satwa liar.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber