

RADAR BANYUWANGI – Tragedi kecelakaan maut yang melibatkan rombongan suporter futsal antarpelajar di Banyuwangi berbuntut evaluasi besar-besaran. Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi bakal mengevaluasi pelaksanaan turnamen, terutama pengerahan suporter yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan pengguna jalan lainnya.
Evaluasi tersebut dilakukan setelah seorang perempuan asal Jembrana, Bali, SM, 48, meninggal dunia akibat terlindas rombongan sepeda motor suporter futsal di Jalan Raya Banyuwangi–Jember, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Sabtu (31/10) sore. Insiden itu menjadi perhatian serius karena melibatkan sejumlah pelajar yang baru saja menyaksikan pertandingan futsal.
Plt Kepala Cabdin Pendidikan Jatim Wilayah Banyuwangi Iwan Triyono mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, siswa yang terlibat kecelakaan sedang dalam perjalanan pulang setelah menyaksikan pertandingan futsal. Kegiatan tersebut melibatkan siswa dari SMAN 1 Rogojampi dan SMK 6 Muhammadiyah Rogojampi.
Padahal, menurut Iwan, pihak sekolah sebenarnya telah mengatur keberangkatan tim yang mengikuti pertandingan. Sekolah juga sudah mengeluarkan kebijakan agar pemain tidak menggunakan sepeda motor menuju lokasi pertandingan.
Sebagai gantinya, sekolah menyiapkan kendaraan roda empat yang didampingi guru pembina. Kebijakan tersebut dibuat untuk memastikan mobilitas pemain tetap dalam pengawasan sekolah.
“Sekolah sudah menyiapkan kendaraan untuk pemain, didampingi guru pembina. Memang dari awal tidak diharapkan ada suporter,” kata Iwan.
Namun, keberadaan suporter di luar rombongan resmi pemain menjadi persoalan tersendiri. Terlebih, jumlah siswa yang datang untuk memberikan dukungan berpotensi sulit dikendalikan ketika mereka menggunakan kendaraan masing-masing.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber