
Jember, Jawa Timur (ANTARA) – Tanah di sekitar jalur rel kereta api di KM 10+0/1 pada petak jalan di perbatasan Ledokombo-Sempolan di Kabupaten Jember, Jawa Timur terkikis atau gogos akibat hujan deras yang mengguyur wilayah setempat, Senin.
“Kondisi tersebut diketahui oleh petugas di lapangan sekitar pukul 06.00 WIB dan sebagai langkah antisipasi, petugas segera melakukan penanganan darurat dengan memberikan Semboyan 3 sebagai tanda kondisi bahaya, guna memastikan keselamatan penumpang serta perjalanan kereta api yang melintasi wilayah terdampak,” kata Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9, Cahyo Widiantoro di Jember.
Menurut dia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember bergerak cepat menangani gogosan tanah yang terjadi dan kondisi tersebut dipicu oleh luapan air yang mengakibatkan tergerusnya tanah di sekitar jalur kereta api, sehingga keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama perusahaan dalam menghadapi kondisi darurat pada prasarana perkeretaapian.
“Kami segera merespon laporan petugas di lapangan dengan melakukan langkah-langkah penanganan darurat. Penerapan prosedur keselamatan dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya sekaligus memastikan kondisi jalur mendapatkan penanganan yang diperlukan sebelum dapat dilalui kembali,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, lanjut dia, tim teknis KAI Daop 9 Jember melakukan sejumlah langkah perbaikan di lokasi terdampak yakni meliputi pembersihan material yang mengganggu badan rel, penguatan tebing, penimbunan ballast baru, serta pemasangan penahan gogosan berupa tanggul untuk membantu menahan gerusan tanah dan menjaga kestabilan jalur.
“Seluruh proses penanganan dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan ketelitian dalam memastikan kondisi prasarana. Pemantauan secara intensif juga dilakukan untuk mengevaluasi kondisi jalur serta perkembangan penanganan di lapangan,” katanya.
Cahyo menjelaskan bahwa pihaknya terus mengupayakan pemulihan kondisi jalur dengan tetap mengacu pada standar keselamatan yang berlaku, sehingga jalur yang terdampak akan dapat dilalui kembali setelah rangkaian pemeriksaan dan evaluasi teknis memastikan kondisi prasarana aman untuk operasional kereta api.
“Kami mengutamakan keselamatan dan keamanan seluruh perjalanan kereta api, sehingga penanganan dan pemantauan dilakukan secara menyeluruh agar kondisi jalur benar-benar memenuhi persyaratan keselamatan sebelum operasional kembali dilakukan,” ujarnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber