Dwi Bagus Martono tega menghabisi nyawa istri sirinya, Dini Hardiyanti (30), dan anak sambungnya, AG (4). Setelah melakukan aksi keji tersebut, tersangka memutilasi dan membakar jasad kedua korban di pekarangan belakang rumahnya di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, hingga menjadi abu sebelum dibuang ke sungai.

Martha mengaku sama sekali tidak mengetahui bahwa suaminya telah menikah siri dengan korban sejak 2024. Keberadaan istri siri tersebut baru ia ketahui setelah kasus pembunuhan ini terungkap oleh pihak kepolisian.

Dalam konferensi pers di Hotel Mercure, Kota Madiun, Senin (2/11/2026), Martha mengungkapkan bahwa profesi dan mobilitas kerja suaminya yang sangat tinggi menjadi alasan utama ia tidak pernah mencurigai gerak-gerik Dwi Bagus.

Bagus yang merupakan alumnus perguruan tinggi ternama di Indonesia sebelumnya bekerja sebagai engineer (insinyur) di perusahaan swasta Jakarta dan perusahaan jasa servis minyak lepas pantai (offshore). Namun, sejak Agustus 2023, Bagus memilih beralih menjadi insinyur lepas (freelance engineer).

Pekerjaan tersebut membuat Bagus kerap bepergian ke luar negeri untuk menangani proyek-proyek perminyakan.

“Jadi dia tidak sebatas bekerja di Indonesia saja, tapi di beberapa perairan luar negeri. Nah, saat menjadi freelance itu dia pertama bekerja di Aberdeen, Inggris (Britania Raya – Skotlandia). Kemudian lanjut di beberapa negara,” kata Martha, Senin (2/11/2026).

Martha menjelaskan, sistem kerja freelance engineer yang dijalani suaminya sangat fleksibel dan tergantung kesepakatan kontrak dengan agen perminyakan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *