SIDOARJO — Kualitas pangan dan infrastruktur keselamatan pasar tradisional di Sidoarjo disorot tajam oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS). Dalam sidak yang berlangsung pada Senin (2/11/2026), ia menemukan beras berkutu serta pasokan Minyakita yang mendadak kosong di sejumlah lapak pedagang.

​Tidak hanya masalah bahan pokok, BHS terkejut saat memeriksa fasilitas pasar dan mendapati tabung APAR yang terpasang sudah tidak layak pakai. Ia pun membagikan tiga tabung APAR baru demi menjamin keamanan aset para pedagang dari ancaman kebakaran.

​Mengenai komoditas pangan, BHS menuntut Bulog agar benar-benar menjaga mutu barang bersubsidi. Ia menyayangkan beras berkutu masih beredar dan stok Minyakita kerap menghilang meski pasokan dikirim rutin setiap Sabtu.

​”Produk Bulog harus identik dengan barang berkualitas dan tidak boleh kalah dengan produk swasta,” tegas BHS saat mendesak Bulog Jawa Timur segera menuntaskan kelangkaan stok tersebut.

​Sementara itu, harga bahan baku lainnya seperti daging ayam (Rp35.000/kg) dan cabai (Rp25.000-Rp40.000/kg) terpantau stabil.

​Menanggapi berbagai catatan sidak, Kepala Bidang Pasar Dinas Perindag Sidoarjo, Setya Handaka, menyebut proses pembenahan butuh waktu karena pemda baru mengelola pasar ini selama dua bulan setelah pengambilalihan dari swasta. Pemda berjanji menuntaskan pembenahan APAR tahun depan demi target sertifikasi SNI pada 2028.

​”Baru dua bulan ini diserahkan ke pemerintah daerah. Jadi, kalau ada APAR yang kedaluwarsa, nanti bisa kita bereskan pada tahun depan,” ungkap Setya.

​Namun, upaya perbaikan pasar harus menghadapi hambatan finansial. Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, Supriyono, mengungkapkan bahwa dari total anggaran Rp38 miliar, sebanyak Rp28 miliar telah terserap untuk operasional dan gaji pegawai.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *