
SUMENEP, RadarMadura.id – Peringatan Hari Jadi (Harjad) Ke-757 Kabupaten Sumenep berlangsung dengan nuansa berbeda.
Seluruh rangkaian upacara yang digelar di depan Masjid Jamik Sumenep, Sabtu (31/10) pagi, menggunakan bahasa Madura.
Termasuk amanat inspektur upacara yang disampaikan langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Penggunaan bahasa daerah tersebut menjadi simbol komitmen pemerintah kabupaten (pemkab) dalam melestarikan warisan budaya leluhur.
Sekaligus menegaskan bahwa bahasa Madura bukan sekadar alat komunikasi, melainkan bagian penting dari identitas masyarakat yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Dalam amanatnya, Fauzi mengusung tema ”Songennep Jaja Rajja”, yang berarti Sumenep tetap jaya dan berjaya.
Menurut dia, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan tekad bersama untuk menjaga kebersamaan, memperkuat identitas daerah, mempertahankan kedaulatan, serta mendorong kemakmuran masyarakat.
”Songennep Jaja Rajja artinya Sumenep tetap Jaya dan Berjaya. Ini bukan sekadar tema, tapi tekad kita bersama untuk menjaga kebersamaan, memperkuat identitas daerah, mempertahankan kedaulatan, dan mendorong kemakmuran,” katanya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber