JAKARTA (Kabarjawatimur) – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi langkah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional

SURABAYA – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat pencegahan perundungan di lingkungan sekolah dengan melibatkan 3.856 guru kelas dan 283 guru Bimbingan Konseling (BK)

SURABAYA – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat pencegahan perundungan di lingkungan sekolah dengan melibatkan 3.856 guru kelas dan 283 guru Bimbingan Konseling (BK) mendapat apresiasi DPRD Surabaya.

Namun, penguatan pengawasan tersebut dinilai perlu diimbangi dengan perubahan pola pendekatan tenaga pendidik. Guru BK diharapkan tidak lagi sekadar menjadi figur penegak disiplin, melainkan sosok yang mampu menjadi sahabat sekaligus tempat aman bagi siswa untuk menyampaikan persoalan.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra, Ajeng Wira Wati, menegaskan bahwa transformasi peran guru BK menjadi salah satu kunci mencegah perundungan sejak dini.

Menurutnya, pola lama yang menempatkan guru BK sebagai sosok yang ditakuti siswa sudah tidak relevan. Sebaliknya, guru BK harus membangun kedekatan emosional agar anak merasa nyaman ketika menghadapi persoalan di sekolah maupun lingkungan pergaulan.

“Guru BK adalah sahabat siswa. Jadi sudah berpindah peran. Kalau zaman orang tua, guru BK sebagai pendisiplin siswa, sekarang menjadi sahabat siswa,” tegas Ajeng, Selasa (3/11/2026).

Ia menjelaskan, hubungan yang dekat antara guru BK dan siswa akan memudahkan pendeteksian persoalan sejak awal. Dengan begitu, siswa tidak ragu menceritakan pengalaman, tekanan, maupun tindakan perundungan yang dialaminya tanpa takut dihakimi.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *