Bangkalan menawarkan lima wisata budaya yang memadukan liburan dan pembelajaran sejarah, mulai dari peninggalan kolonial, museum keraton, hingga situs religi.

Mercusuar Sembilangan dan Benteng Erfprins menyimpan jejak kolonial Belanda; keduanya kini menjadi tujuan wisata dengan nilai sejarah di Bangkalan.

Museum Cakraningrat memamerkan koleksi keraton, Stadion R.P. Moh. Noer menjadi lokasi Karapan Sapi Agustus–Oktober, sementara Aer Mata Ibu Arosbaya merupakan kompleks makam raja.

Pulau Madura dikenal memiliki banyak wisata alam seperti bukit kapur dan pantai yang indah. Tapi taukah kalian bahwa Pulau Garam ini juga memiliki destinasi wisata budaya yang wajib untuk dikunjungi? Jadi selain berlibur, kalian juga bisa mendapatkan ilmu loh! Berikut adalah 5 destinasi wisata budaya di Bangkalan, Madura.

Wisata budaya Bangkalan yang pertama adalah Mercusuar Sembilangan, yang mana merupakan peninggalan Belanda yang terletak di Desa Ujung Piring. Mercusuar tinggi dan mempesona ini juga termasuk saksi bisu atas penjajahan Belanda di Indonesia. Menurut sejarah, mercusuar dengan tinggi 78 meter ini didirikan pada tahun 1879 oleh Z.M. William III, seorang pimpinan kolonial Belanda. Fungsinya digunakan sebagai titik pengawasan.

Hingga saat ini, Mercusuar Sembilangan masih eksis digunakan sebagai pengatur lalu lintas kapal yang berada di sekitar Selat Madura dan dijadikan tempat wisata. Sebab, bangunan yang didominasi dengan warna putih ini  memiliki nilai sejarah dan memiliki beberapa spot instagramable. Terlebih jika sore hari, kalian akan disuguhkan keindahan matahari terbenam yang cantik. Jangan khawatir, wisata yang satu ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap seperti tempat pakir, kamar mandi, tempat ibadah, dan warung. Hanya dengan membayar parkir sebesar Rp 3 ribu saja, kalian dapat menikmati pesona laut yang indah.

Museum Cakraningrat adalah salah satu peninggalan Keraton Bangkalan yang terletak di Jalan Soekarno Hatta. Kalian dapat melihat banyak koleksi benda antik peninggalan keratin, seperti gamelan, gong, alat perang, dan lain-lain. Tak hanya itu, kalian juga dapat menilik sejarah Kota Bangkalan dan juga seni serta kebudayaan masyarakatnya.

Kalian yang berasal dari luar kota tak perlu khawatir karena museum ini terletak di pusat kota, tepatnya di deretan kantor Pemerintah Kabupaten Bangkalan Jadi memiliki akses yang mudah dan tak sulit ditemukan. Museum ini telah ada sejak tahun 1974, namun baru diresmikan dengan nama Museum Cakraningrat pada tahun 2008. Harga tiket masuk di museum ini hanya seribu rupiah untuk biaya pemeliharaan. Wah, cukup terjangkau bukan?

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *