
SUMENEP, Selasa (03/11) suaraindonesia-news.com – Setelah sukses menggelar Festival Musik Tongtong se-Madura yang dipadukan dengan Prosesi Pementasan Arya Wiraraja dalam rangkaian Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 berlangsung pada Sabtu (17/10/2026), Disbudporapar Sumenep komitmen siap dorong ekonomi warga dan wisata. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam melestarikan seni budaya sekaligus mengembangkan sektor pariwisata daerah.
Festival yang menampilkan kekayaan seni tradisional Madura tersebut diikuti 10 grup musik tongtong, yakni Angin Ribut, Peccot Ngamox, Sat Set Sot, Kramat, Bagas Pati, Baladewa, Putra SBR, Barong Ireng, Putra Siding Puri, dan SM 99.
Masing-masing grup menampilkan aransemen musik serta koreografi yang menjadi ciri khas kesenian tongtong. Pertunjukan tersebut mendapat perhatian pengunjung yang hadir menyaksikan rangkaian acara.
Selain festival musik, Prosesi Pementasan Arya Wiraraja turut menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Pementasan ini mengangkat unsur sejarah dan budaya lokal Sumenep sebagai bagian dari upaya memperkenalkan warisan sejarah kepada masyarakat luas.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan bahwa penyelenggaraan festival budaya diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi daerah.
“Semangat kebersamaan ini sejalan dengan komitmen kami, bahwa festival budaya harus memberikan manfaat dari berbagai sisi. Bukan cuma soal pelestarian seni, tetapi juga mendongkrak pariwisata dan roda perekonomian masyarakat,” kata Faruk.
Ia menjelaskan, masuknya Festival Musik Tongtong dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata menjadi peluang untuk memperluas promosi pariwisata Kabupaten Sumenep.
Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan berskala nasional tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi sejumlah sektor, seperti perhotelan, kuliner, transportasi, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber