
JATIMNET.COM, Surabaya – Bencana banjir dan tanah longsor melanda enam kabupaten di Jawa Timur pada Senin, 2 November 2026. Hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah sejak Minggu malam, 1 November 2026, memicu rangkaian bencana hidrometeorologi tersebut.
Enam daerah yang terdampak meliputi Kabupaten Lumajang, Malang, Pacitan, Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi. Bencana itu menyebabkan ribuan warga terdampak, sejumlah rumah rusak, serta akses jalan di beberapa lokasi terputus. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Satriyo Nurseno menjelaskan, hujan berintensitas tinggi yang berlangsung cukup lama menjadi pemicu utama bencana. Peningkatan debit Sungai Glidik yang berhulu di kawasan Gunung Semeru juga memicu banjir di sejumlah wilayah.
“Kejadian tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat yang berlangsung cukup lama sejak Minggu. Selain itu, aliran Sungai Gilidik yang berhulu di kawasan Gunung Semeru mengalami peningkatan debit air sehingga mengakibatkan banjir di wilayah tersebut,” kata Satriyo, Selasa, 3 November 2026.
Di Kabupaten Lumajang, banjir lahar dingin Gunung Semeru menerjang tiga kecamatan, yakni Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari. BPBD memperkirakan jumlah warga terdampak di ketiga wilayah tersebut mencapai lebih dari 1.100 jiwa.
Di Kecamatan Jatiroto, genangan setinggi 20 hingga 60 sentimeter merendam permukiman di Dusun Persil, Desa Rojopolo. Banjir menggenangi wilayah RW 09, 10, dan 11 dengan jumlah warga terdampak sekitar 500 jiwa.
Sementara itu, banjir dan tanah longsor melanda enam desa di Kecamatan Tempursari. Keenam desa tersebut adalah Purworejo, Kaliuling, Purorejo, Tempursari, Bulurejo, dan Pundungsari. Sekitar 600 jiwa terdampak, termasuk 117 kepala keluarga di Dusun Taman Sari yang terisolasi akibat akses jalan terputus oleh derasnya arus Sungai Glidik.
“Selain itu, tiga rumah warga dilaporkan mengalami ambruk pada bagian teras, dan kerusakan tanggul juga tercatat di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian,” ujarnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber