
PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pamekasan tak boleh hanya tumbuh secara fisik dan ekonomi. Di tengah derasnya modernisasi, identitas dan budaya Madura harus tetap menjadi roh pembangunan.
Usia Kabupaten Pamekasan yang hampir lima abad menjadi bukti panjangnya perjalanan sejarah dan budaya. Namun, perkembangan zaman tidak boleh membuat masyarakat kehilangan jati diri sebagai bagian dari Madura.
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mengatakan, perjalanan 496 tahun telah melewati berbagai fase dan perubahan. Karena itu, masyarakat harus menjaga identitas serta nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.
Menurut dia, pembangunan pendidikan, ekonomi, dan kesehatan tetap menjadi prioritas. Sejumlah sektor juga perlu dihidupkan kembali. Namun, kemajuan daerah tidak boleh mengorbankan budaya dan karakter masyarakat.
”Jangan sampai kita kehilangan jati diri. Madura tetap Madura dan menjadi bagian dari Indonesia. Ada identitas dan nilai luhur yang harus kita jaga,” ujarnya.
Kholilurrahman menilai, modernisasi dan globalisasi menjadi tantangan dalam menjaga kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah. Dia mengajak anak muda mengenali sejarah, mencintai bahasa dan tradisi, serta tidak malu dengan budaya sendiri.
Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto mengatakan, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pembangunan. Kebersamaan dan keterlibatan masyarakat menjadi modal penting untuk mewujudkan Pamekasan yang maju tanpa meninggalkan warisan leluhur.
”Jangan sampai kemajuan membuat kita lupa terhadap budaya sendiri. Generasi muda harus ikut menjaga dan mengenalkan kekayaan budaya Pamekasan. Kita ingin daerah ini semakin maju, tetapi tetap memiliki karakter dan identitas yang kuat,” ungkapnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber