
Kegiatan kuliah terpadu yang dilaksanakan di Padepokan Seni Mangun Darma menjadi salah satu kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kesenian tradisional dan sejarah kebudayaan Malang. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan materi secara langsung dari seorang seniman sekaligus budayawan, yaitu Ki Soleh Adi Pramono. Beliau menjelaskan berbagai hal mengenai sejarah perkembangan kebudayaan Jawa, khususnya kesenian wayang topeng dan cerita Panji yang memiliki hubungan erat dengan sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa Timur.
Wayang topeng merupakan salah satu kesenian tradisional yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Malang. Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan cerita, nilai kehidupan, dan warisan budaya dari generasi ke generasi. Salah satu cerita yang banyak dikenal dalam pertunjukan wayang topeng adalah kisah Panji. Cerita tersebut memiliki hubungan erat dengan perjalanan sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa Timur, khususnya Singhasari dan Majapahit.
Dalam pemaparannya, Ki Soleh Adi Pramono menjelaskan bahwa perkembangan kesenian topeng di Jawa Timur tidak dapat dilepaskan dari pengaruh kebudayaan pada masa kerajaan. Wilayah Malang dan sekitarnya memiliki perjalanan sejarah yang panjang, mulai dari masa Kerajaan Kanjuruhan, Singhasari, hingga Majapahit. Peninggalan sejarah berupa candi dan prasasti menjadi bukti bahwa wilayah ini pernah menjadi pusat perkembangan kebudayaan. Salah satu peninggalan yang disebutkan dalam pembahasan adalah prasasti yang berkaitan dengan kawasan Gunung Kawi.
Cerita Panji menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan kesenian topeng. Kisah Panji dikenal sebagai cerita yang berasal dari tradisi sastra Jawa dan mengisahkan kehidupan tokoh Panji Asmara Bangun bersama Dewi Sekartaji. Cerita ini kemudian berkembang dalam berbagai bentuk kesenian, seperti sastra, tari, dan pertunjukan topeng. Pada masa kerajaan, cerita Panji memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan masyarakat. Penyebarannya tidak hanya terbatas di Jawa Timur, tetapi juga meluas hingga wilayah lain, termasuk Bali dan Semenanjung Melayu.
Dalam perkembangannya, kisah Panji juga dikaitkan dengan masa pemerintahan Kerajaan Singhasari. Beberapa tokoh kerajaan dan peristiwa sejarah menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai perjalanan cerita tersebut. Pada masa pemerintahan Raja Kertanegara, terdapat perkembangan kebudayaan yang turut memengaruhi kehidupan masyarakat. Cerita-cerita yang berkembang pada masa itu kemudian diwariskan dan mengalami perubahan sesuai dengan lingkungan masyarakat yang menerimanya.
Selain itu, perkembangan kesenian pada masa Majapahit juga menjadi bagian penting dalam sejarah wayang topeng. Pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, berbagai bentuk kesenian mendapatkan ruang dalam kehidupan kerajaan. Pertunjukan seni menjadi salah satu kegiatan yang tidak hanya bertujuan menghibur, tetapi juga memperkuat identitas kebudayaan. Dalam pertunjukan tersebut, terdapat tokoh-tokoh yang digambarkan melalui gerakan tari dan penggunaan topeng. Setiap topeng memiliki karakter tertentu yang menggambarkan sifat dan kepribadian tokoh dalam cerita.
Salah satu hal menarik dari wayang topeng adalah penggunaan topeng sebagai media untuk menggambarkan karakter. Tokoh dalam cerita dapat dikenali melalui bentuk, warna, dan ekspresi topeng yang digunakan. Ada tokoh yang digambarkan memiliki sifat baik, bijaksana, pemberani, maupun lucu. Hal tersebut membuat pertunjukan wayang topeng memiliki daya tarik tersendiri karena penonton dapat memahami karakter tokoh melalui penampilan para penarinya.
Ki Soleh Adi Pramono juga menjelaskan bahwa kesenian tradisional mengalami perkembangan dari masa ke masa. Ketika pengaruh kerajaan mulai berubah, kesenian ini tetap bertahan melalui masyarakat dan para seniman yang terus melestarikannya. Di wilayah Malang, wayang topeng menjadi salah satu identitas budaya yang memiliki ciri khas tersendiri. Kesenian ini kemudian berkembang dalam berbagai kelompok pertunjukan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber