TRIBUN-MEDAN.COM – Dwi Bagus Martono alias DBM (40) ternyata sempat bohongi keluarga korban mutilasi di Madiun.

Ternyata Dwi Bagus Martono sempat membohongi keluarga DH (30) dan anaknya AGF (4) korban mutilasi di Madiun.

Kakak DH, Rismono (41) atau yang akrab disapa Entis, mengatakan, tersangka pernah menyampaikan bahwa sang adik (DH) mengirim chat WhatsApp yang isinya meminta keluarga berhenti mencari.

“Karena katanya dia (pelaku dapat) chat, ‘Jangan cari saya, saya sudah bahagia di Medan’,” kata Entis menirukan informasi yang disampaikan Dwi Bagus Martono (DBM).

“Cuma kan kata dia (Dwi Bagus), almarhumah di Surabaya itu ya dia chat melalui WhatsApp, ‘Tolong jemput saya, tapi jangan bilang siapa-siapa’,” ujar Entis yang menyebut dirinya hampir datang ke lokasi.

Untungnya rencana penjemputan tidak terlaksana. Sebab, DBM disebut mengajak istri sahnya sehingga tidak jadi berangkat.

Entis mengatakan, keluarga sebenarnya sempat merencanakan pencarian ke Surabaya bersama tersangka.

Akhirnya, keluarga membatalkan rencana itu. Perbedaan informasi itu membuatnya semakin mempertanyakan keterangan tersangka.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *