:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Kepala-Bappeda-Sumenep-Arif-Firmanto-menyebut-Gili-Labak-Gili-Iyang-dan-Pantai-Sembilan.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadikan pengembangan wisata bahari sebagai salah satu strategi untuk memperkuat ekonomi berkelanjutan di wilayah kepulauan.
Satu di antara konsep yang diusung yakni pengembangan Segitiga Emas Pariwisata yang menghubungkan Gili Iyang, Gili Labak, dan Pantai Sembilan di Gili Genting.
Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan, Kabupaten Sumenep memiliki potensi wisata bahari yang besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi daerah.
Keindahan alam kepulauan, kekayaan ekosistem laut, serta karakteristik budaya masyarakat menjadi modal penting dalam membangun sektor pariwisata.
Menurutnya, pengembangan wisata bahari tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
Lebih dari itu, sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat perekonomian lokal di kawasan kepulauan.
“Dua destinasi yang memiliki daya tarik kuat adalah Gili Iyang di Kecamatan Dungkek yang dikenal dengan potensi wisata kesehatan dan kualitas udaranya, serta Gili Labak di Kecamatan Talango yang menawarkan keindahan pantai, kejernihan air laut dan juga pesona wisata bawah laut,” tutur Arif Firmanto saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/11/2026).
Ia menjelaskan, kedua destinasi tersebut bersama Pantai Sembilan yang ada di Pulau Gili Genting menjadi bagian dari konsep Segitiga Emas Pariwisata yang sedang dikembangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah kepulauan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber