
damarinfo.com – Bulan November tahun 2026 seolah menjadi bulan kabar baik bagi Kabupaten Bojonegoro
Setelah produksi padi sukses bertengger di posisi puncak Jawa Timur menggeser Lamongan dan pengajuan UNESCO Global Geopark (UGGp) disetujui secara bulat, kini tren positif berlanjut pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi salah satu indikator penting untuk memotret kemajuan pembangunan suatu daerah. Pengukurannya mencakup tiga dimensi utama, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro mencatat IPM daerah ini pada 2026 menembus angka 74,45—meningkat 0,71 poin dibandingkan capaian 2025 yang sebesar 73,74.
Peningkatan ini didorong oleh perbaikan di seluruh dimensi pembentuk IPM. Kendati demikian, dimensi standar hidup layak mencatatkan laju pertumbuhan yang paling menonjol.
Dimensi tersebut diukur melalui pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan. Pada 2026, indikator ini mencapai Rp12,528 juta/tahun.
Nilainya meningkat Rp732 ribu atau tumbuh 6,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp11,796 juta.
Sementara itu, dimensi kesehatan yang diukur melalui Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir mencapai 75,41 tahun—bertambah 0,21 tahun atau naik 0,28 persen ketimbang 2025.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber