
Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso meminta pemerintah provinsi mempercepat pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang hingga 2 Oktober 2026 baru menjangkau 17,24 juta jiwa atau 40,81 persen dari total sasaran 42,24 juta jiwa. Capaian tersebut masih berada di bawah target tahun 2026 sebesar 46 persen.
Cahyo mengatakan hasil pemeriksaan kesehatan masyarakat harus ditindaklanjuti melalui layanan yang terintegrasi. Upaya tersebut diperlukan agar skrining kesehatan berlanjut pada penanganan sesuai kebutuhan pasien.
“Hasil skrining perlu ditindaklanjuti melalui layanan promotif, preventif, dan kuratif yang terintegrasi agar program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Cahyo, Kamis (5/11/2026).
Selain CKG, cakupan Universal Health Coverage (UHC) Jawa Timur tercatat 96,40 persen atau sekitar 40,88 juta jiwa dari total 42,40 juta jiwa. Angka itu masih di bawah target 98,7 persen, dengan 19 kabupaten memiliki cakupan kepesertaan di bawah 98 persen.
Cahyo meminta perluasan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dipercepat, terutama bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan. Menurut dia, capaian UHC harus diikuti pemerataan perlindungan agar masyarakat yang membutuhkan dapat mengakses layanan kesehatan.
“Cakupan UHC Jawa Timur sudah mencapai 96,40 persen, tetapi masih ada 19 kabupaten dengan kepesertaan di bawah 98 persen. Perlu ada langkah konkret agar masyarakat miskin dan kelompok rentan tidak kehilangan akses terhadap layanan kesehatan,” tutur pria yang juga Ketua DPC Gerindra Kota Surabaya ini.
Komisi E juga meminta percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Jawa Timur. Hingga 21 September 2026, jumlah kematian ibu tercatat 285 jiwa, sedangkan kematian bayi mencapai 2.721 jiwa dengan mayoritas terjadi pada bayi baru lahir berusia 0 hingga 28 hari.
Angka kematian ibu pada 2025 tercatat 68,70 per 100.000 kelahiran hidup. Cahyo meminta penguatan layanan kesehatan ibu dan anak dilakukan sejak pemeriksaan kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi baru lahir.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber