
Mojokerto, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus melakukan terobosan di sektor pendidikan guna menyiapkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, kreatif, dan berdaya saing. Melalui Dinas Pendidikan, Pemkab Mojokerto resmi meluncurkan sembilan inovasi pendidikan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Peluncuran sembilan inovasi tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa di Pendopo Graha Maja Tama, Jumat (6/11/2026) pagi. Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah Program CERIA, singkatan dari Cerdas, Empati, Religius, Inovatif, dan Aktif.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Barra itu menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi masa depan daerah. Menurutnya, pembangunan kualitas sumber daya manusia harus mendapatkan perhatian yang sama besarnya dengan pembangunan infrastruktur.
Ia menilai, hasil investasi pendidikan memang tidak dapat dirasakan secara langsung. Sebab, anak-anak yang saat ini mengenyam pendidikan masih menjalani proses untuk mengembangkan potensi, membangun kemampuan, dan meraih cita-cita mereka.
“Investasi yang mahal bagi kami adalah investasi pendidikan. Memang tidak bisa dirasakan sekarang, karena anak-anak yang kita didik sekarang ini sedang berproses. Bagaimana kemudian mereka mengembangkan diri, bagaimana kemudian meraih mimpi dan cita-citanya,” ujar Gus Barra.
Menurutnya, Program CERIA tidak hanya berorientasi pada peningkatan kecerdasan akademis siswa, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter. Lima nilai utama dalam program tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu melahirkan generasi berkualitas.
Gus Barra menekankan bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, moral, dan kepribadian. Dalam hal ini, guru memiliki peran strategis sebagai pendidik sekaligus teladan bagi para siswa.
“Tidak cukup hanya pintar, tapi anak-anak kita harus memiliki karakter yang kuat. Karakter yang kuat ini harus dimulai di bangku-bangku sekolah, dimulai sejak dini. Dan guru harus menjadi teladan, suri teladan, menjadi contoh bagi anak didiknya,” tegasnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber