Banyuwangi, blok-a.com – Predikat Kabupaten Terinovatif selama delapan tahun berturut-turut sejak 2018 tidak membuat Banyuwangi berhenti berinovasi. Pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2026, Banyuwangi kembali masuk nominasi dengan mengajukan 250 inovasi.

Inovasi-inovasi tersebut merupakan terobosan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang dinilai pemerintah pusat.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, memaparkan langsung inovasi unggulan daerahnya kepada tim penilai secara daring, Rabu (4/11/2026).

Tim penilai IGA 2026 berjumlah 30 orang dari 26 instansi, terdiri dari kementerian/lembaga, akademisi, media nasional, hingga NGO. Di antaranya Kementerian Dalam Negeri, Kemenko Bidang Polkam, Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian PANRB, serta akademisi dari Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Sriwijaya.

Di hadapan tim penilai, Mujiono menegaskan bahwa inovasi di Banyuwangi tidak sekadar menghadirkan program baru atau memanfaatkan teknologi. Inovasi adalah kebutuhan untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks, terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Karena itu, inovasi menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas pembangunan, dan yang penting harus berdampak pada masyarakat,” ujar Mujiono.

Dua inovasi unggulan yang dipaparkan adalah Goker Wangi di bidang ketenagakerjaan dan Rindu Bulan di bidang pendidikan.

Goker Wangi atau Golek Kerjo Banyuwangi adalah layanan ketenagakerjaan terintegrasi yang berkontribusi menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 5,42 persen pada 2021 menjadi 3,94 persen pada 2025.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *